Nasi Bungkus Penghantar Rasa Syukur Bulan Suci Ramadhan bersama BEM FEB

  • By BEM FEB Unair
  • In BEM News
  • Posted 25 Agustus 2018

Bulan suci telah berkumandang, lantunan ayat suci mulai bergejolak indah rupawannya. Rasa syukur kian menghantui untuk membagikan sedikit rezeki di jalan Allah dengan niat dan keikhlasan dari hati terdalam. Ramadhan yang datang sebulan sekali dengan kenikmatan tersendiri.

Anggota Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Airlangga yang bekerja sama dengan komunitas Amira Bilqis kembali lagi dalam acara berbagi seratus lebih nasi bungkus kepada masyarakat yang membutuhkan di sekitar kampus B Universitas Airlangga, pada Jumat (25/5).

Seribu Bungkus BEM FEB Unair

Kali ini “Serbung – Seribu Bungkus” diadakan ketika bulan Ramadhan. Di bulan Ramadahan karena bulan penuh keberkahan dan beribu kenikmatan atas Allah SWT. Para relawan yang berpartisipasi berkumpul terlebih dahulu di depan masjid kampus B pada pukul 16:00 WIB. Kemudian membagi jatah pembagian di lokasi – lokasi mulai dari Dharmawangsa hingga stasiun Gubeng. Pembagian pun berjalan, ditujukan kepada penjual koran, pengemis, tukang becak, tukang sampah, dan lain – lainnya.

“Kami awalnya hendak mengadakan sebelum puasa berkumandang, namun melihat momentum dan antusiasme berbagi dari teman – teman jadinya diadakan ketika bulan Ramadhan,” ujar Aniza Rania selaku penanggung jawab dari kegiatan Seribu Bungkus tahun ini.

Bagi – bagi nasi bungkus merupakan salah satu cara untuk meringankan beban kehidupan para ibu pekerja. Meski demikian, sejumlah bapak – bapak pekerja juga diberi nasi bungkus.

“Jazakumullah mbak, saya hanya bisa bersyukur atas nikmat dari tuhan atas rezeki yang diberikan melalui mbak dengan memberikan nasi bungkus sebagai pembatalan puasa hari ini,” balas pekerja kebersihan di sepanjang jalan.

“Ketika puasa memang melelahkan, mereka juga tak ada lelahnya dalam mencari nafkah setiap hari tanpa hari libur walaupun dibawah teriknya matahari yang membakar kulit. Ada kalanya mereka terlalu semangat bekerja hingga lupa mencari makan untuk buka puasa, sehingga makannya pun telat,”

Menurut Aniza, dengan ini berbagi nasi juga membantu mereka, mengingatkan untuk tidak lupa dengan kondisi kesehatan sendiri. Di perjalnanan pun cukup ramai masyarakat membagikan makanan di pinggir jalan, ini menunjukkan kepedulian masyarakat.

Harapan untuk kedepannya dari BEM FEB Divisi Pengabdian Masyarakat, bahwa kegiatan berbagi makanan ini tidak hanya berhenti ketika Bulan Ramadhan saja. Tetapi, tidak di bulan Ramadhan saja, diluar Ramadahan juga karena kebaikan berbagi tidak hanya dilakukan di bulan suci saja tetapi dalam keseharian juga.

Penulis : Rolista Dwi Oktavia

Hits 74